Pasien Probable Cov-19 + TB Paru dengan Efusi pleura dextra + anemia
Riw. Demam typoid
Ceritanya pasien ini datang ke UGD dengan keluhan demam naik turun sejak 5 hari yang lalu, mual muntah dalam frekuensi yang sering, diare / BAB cair lebih dari 3 hari, dan ada nyeri tenggorokan. Dia mengatakan sempat datang ke klinik bidan, di sana ga di kasih apa-apa. Datang ke salah satu RS negri di Jaktim, di beri paracetamol dan cefixime, tetapi pasien mengatakan keringat dingin dan bertambah pusing setelah minum obat tersebut.
Kemudian di UGD ( Rs swasta) dilakukan observasi ttv, cek DPL, UR/CR, rapid test, dan anti HIV.
Dokter UGD lapor dokter specialis paru, ACC rawat inap dan serangkaian obat menyertainya kemarin malam pukul 22.30 wib sebelum dinas pagi.
Pagi, oferan pasien selama dinas malam mengalami penurunan tekanan darah dan hipotermi. Petugas lapor ke dokter jaga, pasien sempat loading RL 200 cc, tidak ada perubahan yang baik, sempat di loading 200cc dengan NaCl, suntik dexamethasone extra, pemberian cetirizine extra, setelah itu sempat membaik sedikit sampai pagi, dan tambahan obatnya yg banyak menyertainya kembali setelah hasil elektrolit nya sudah dibacakan dokter jaga.
Selama dinas pagi, pasien mengeluhkan keringat dinginnya, mual muntah tidak dirasa, diare sudah tidak ada, batuk sesekali saat nyeri tenggorokan saja. Observasi tekanan darah stabil di 100/70 an, namun akralnya dingin karna suhunya masih stuck 34⁰ C. Lapor dokter jaga. Advisenya hanya menganjurkan jaga kehangatan pasien dan beri ibuprofen. Tetapi, pasien mengatakan sempat meminum obuprofen di kosannya, dan mengalami hal yang sama seperti setelah meminum paracetamol.
Lapor dokter jaga yang baru saja selesai oferan dengan dokter jaga malam, ada instruksi baru berserta diagnosis baru dari hasil konsulan dokter jaga bersama dokter specialist paru yang sedang hamil besar, makanya tidak datang langsung ke RS, pasien mengalami hipoglikemia dan hiponatrium, diberikanlah koreksi NaCl 3% /24 jam, dengan infus triway, setelahnya cek elektrolit segera setelah selesai koreksi NaCl 3% 24 jam dan menganjurkan stop ibuprofen dan paracetamol.
Segitu dulu tentang pasien itu nanti saya lanjut.